Mengenal Galaksi

(Comments)

Pengertian Galaksi dan Karakteristik serta Jenis-jenis Galaksi – Galaksi (Galaxy) adalah struktur astronomi raksasa yang terdiri dari kumpulan bintang, planet, gas, debu, dan materi gelap, yang disatukan bersama oleh gravitasi. Galaksi merupakan salah satu bentuk dasar dari struktur kosmos dan kemungkinan terdapat ratusan miliar atau bahkan triliunan galaksi di alam semesta yang luas ini.

Semakin dalam kita melihat ke dalam kosmos, semakin banyak galaksi yang kita lihat. Sebuah penelitian di tahun 2016 memperkirakan bahwa alam semesta yang bisa diamati terdiri dari dua triliunan galaksi. Sebagian dari sistem-sistem jauh tersebut mirip dengan galaksi Bima Sakti kita, sedangkan sebagian lagi sangat berbeda.

Dalam artikel ini kita akan membahas tentang pengertian galaksi dan jenis-jenisnya serta karakteristik-karakteristik yang membuatnya begitu menarik untuk dipelajari oleh para astronom dan ilmuwan.

Pengertian Galaksi

Galaksi adalah sistem astronomi yang terdiri dari planet-planet, gas, debu dan materi gelap serta jutaan hingga triliunan bintang yang berinteraksi dalam ikatan gravitasi. Istilah Galaksi pada dasarnya berasal dari Bahasa Yunani yang artinya adalah “Semacam Susu” ini dapat memiliki berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari galaksi kecil seperti galaksi elips dan galaksi spiral hingga galaksi besar seperti galaksi elips raksasa dan galaksi berlengan.
Baca juga: Planet-planet dalam Sistem Tata Surya.

Jenis-jenis Galaksi

Terdapat 3 jenis utama Galaksi yaitu Galaksi Elips, Galaksi Spiral dan Galaksi Tidak Beraturan. Berikut ini adalah penjelasan singkat dari ketiga jenis Galaksi tersebut.

  1. Galaksi Elips (Elliptical Galaxies): Galaksi elips memiliki bentuk yang hampir bulat atau elipsoidal dengan distribusi bintang yang cenderung merata. Galaksi ini sering kali kurang memiliki fitur menonjol seperti spiral arm atau struktur lainnya. Umumnya, galaksi elips mengandung bintang yang lebih tua dan memiliki sedikit jumlah materi antargalaksi seperti gas dan debu.
  2. Galaksi Spiral (Spiral Galaxies): Galaksi spiral memiliki ciri-ciri yang mencolok berupa lengan spiral yang keluar dari inti galaksi. Lengan spiral ini terbentuk oleh kumpulan bintang, gas, dan debu yang saling terikat oleh gaya gravitasi. Menurut penelitian, terdapat banyak galaksi spiral di alam semesta ini, termasuk Bima Sakti yaitu galaksi dimana kita berada.
  3. Galaksi Irregular (Irregular Galaxies): Galaksi tak beraturan atau Irregular Galaxies memiliki bentuk yang tidak teratur dan kompleks. Mereka cenderung tidak memiliki struktur yang jelas seperti galaksi elips atau spiral. Galaksi ini sering kali mengandung banyak gas dan debu, serta memiliki laju pembentukan bintang yang tinggi.

Karakteristik dan Ciri Khas Galaksi

Berikut ini adalah beberapa Karakteristik dan Ciri Khas dari Galaksi.

  1. Bentuk dan Ukuran: Galaksi dapat memiliki berbagai bentuk, tetapi bentuk umum adalah elips, spiral, atau tak beraturan. Ukuran galaksi juga bervariasi, mulai dari beberapa ribu hingga ratusan ribu tahun cahaya.
  2. Komposisi Bintang: Galaksi mengandung jutaan hingga triliunan bintang. Komposisi bintang dalam galaksi bervariasi tergantung pada jenisnya. Galaksi elips lebih cenderung memiliki bintang yang lebih tua, sementara galaksi spiral memiliki kombinasi yang terdiri dari bintang yang lebih tua dan lebih muda.
  3. Lengan Spiral: Galaksi spiral ditandai oleh lengan spiral yang indah yang terbentuk dari kumpulan triliunan bintang, gas, dan debu yang padat. Lengan spiral ini adalah tempat di mana banyak bintang lahir.
  4. Lubang Hitam (Black Hole) di Pusat: Banyak galaksi, termasuk Bima Sakti, diyakini memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya. Lubang hitam ini memiliki massa miliaran kali lebih besar daripada Matahari dan memainkan peran penting dalam evolusi galaksi.
  5. Interaksi Galaksi: Galaksi dapat berinteraksi gravitasi dengan galaksi lain yang menyebabkan peristiwa seperti penggabungan galaksi. Interaksi semacam ini dapat mempengaruhi bentuk dan evolusi galaksi yang terlibat.
Currently unrated

Comments

Riddles

22nd Jul- 2020, by: Editor in Chief
524 Shares 4 Comments
Generic placeholder image
20 Oct- 2019, by: Editor in Chief
524 Shares 4 Comments
Generic placeholder image
20Aug- 2019, by: Editor in Chief
524 Shares 4 Comments
10Aug- 2019, by: Editor in Chief
424 Shares 4 Comments
Generic placeholder image
10Aug- 2015, by: Editor in Chief
424 Shares 4 Comments

More News  »

Mengenal lebih dalam kurikulum merdeka

Recent news

Akhirnya Indonesia menerapkan kurikulum merdeka, namun sebenarnya apa sih itu kurikulum merdeka? 

read more
3 days, 22 hours ago

How to understand the impact of interactive variable from interaction model to depended variable

Recent news

I tried from my own research. And here it is

read more
2 weeks, 1 day ago

Thing you should do, to not clutter the social media

Recent news

There 7 things that really move the needle when it comes to social media. They aren’t always easy, but they really do produce results.

read more
2 weeks, 4 days ago

Elektabilitas cawapres 2024, Erick Thohir paling atas

Recent news

Jelang Pilpres 2024, sejumlah nama telah teridentifikasi dan mendapat dukungan publik. Tiga teratas capres sejauh ini adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Ketiganya memang telah mengantongi dukungan dari beberapa partai politik. Namun, dukungan pada ketiganya tampak masih belum ajeg. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi publik juga belum ajeg, masih rentan terhadap perkembangan situasi politik maupun kondisi lain.

read more
6 months ago

Perbedaan pandangan Dr Soepomo, Muh Yamin, dan Soekarno terhadap UUD 45

Recent news

Sebelum negara Indonesia merdeka, terdapat berbagai organisasi seperti BPUPKI. Di BPUPKI sendiri ada beragam peristiwa bersejarah. Misalnya adalah lahirnya pandangan Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno terhadap negara merdeka.
Pandangan ini lahir pada Sidang BPUPKI I di tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Nantinya, pandangan ini akan berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara Indonesia setelah merdeka

Pandangan Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno terhadap Negara Merdeka pada Sidang BPUPKI

Mengutip buku IPS Terpadu – Jilid 2B, Sri Pujiastuti, dkk (2007:3), BPUPKI adalah singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. BPUPKI lahir akibat janji PM Koiso untuk memerdekakan Indonesia agar Indonesia mau membantu Jepang melawan sekutu.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, terdapat berbagai hal yang terjadi selama BPUPKI terbentuk. Contohnya adalah lahirnya pandangan Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno terhadap negara merdeka pada Sidang BPUPKI I. Berikut penjelasannya:

1. Mohammad Yamin

Mohammad Yamin berpidato pada tanggal 29 Mei 1945, yakni pada hari pertama Sidang BPUPKI I. Dalam pidato tersebut, Mohammad Yamin mengemukakan bahwa Indonesia harus merdeka berdasarkan peradaban bangsa sendiri, buka meniru negara lainnya.
Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa Indonesia yang akan dibentuk meruppakan negara rakyat dalam suatu republik. Negara ini dipimpin oleh kepala negara pilihan serta dijalankan oleh kementerian dan bertanggung jawab pada majelis musyawarah

2. Soepomo

Soepomo menyatakan pandangannya akan negara merdeka pada tanggal 31 Mei 1945. Beliau berpendapat mengenai konsep negara integralistik yang mempunyai beberapa ciri-ciri, yakni:
  • Negara merupakan pengejawantahan secara organik oleh warga negara

read more
6 months, 1 week ago

Sepuluh fakta menarik tentang Jepang yang banyak orang belum tahu

Recent news

Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Jepang yang mungkin tidak banyak diketahui orang:

read more
6 months, 1 week ago

Kumpulan rumus rumus fisika

Recent news

Rumus-rumus Fisika memang terkadang sulit dipahami. Butuh ketelitian dan kesabaran dalam mencerna setiap pembahasannya. Sobat notafraid yang mungkin berencana masuk IPA atau sudah masuk jurusan tersebut pasti merasakan hal seperti itu.

read more
6 months, 1 week ago

Pemberi dividien terbesar di 2023

Recent news
6 months, 1 week ago

More News »

Generic placeholder image

Collaboratively administrate empowered markets via plug-and-play networks. Dynamically procrastinate B2C users after installed base benefits. Dramatically visualize customer directed convergence without